Literasi secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan suatu individu dalam berbahasa, menggunakan angka, menggunakan simbol, serta berpikir secara kritis. Artinya, individu mengelola dan memahami informasi yang didapat saat melakukan aktivitas, seperti membaca, menulis, dan berhitung. Literasi merupakan alat yang dapat digunakan oleh individu dalam memperkaya wawasan, dan meningkatkan kualitas hidup. Karena, individu yang berliterasi merupakan individu yang mampu memahami dan mengelola informasi secara kritis, membuat keputusan yang tepat, serta berkomunikasi secara aktif. Salah satu cara berliterasi adalah menggunakan refleksi. Literasi berbasis refleksi ini dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan, contohnya dalam bidang pendidikan. Siswa diminta untuk merenungkan, menganalisis, dan mengevaluasi secara kritis pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki untuk mengambil keputusan secara tepat.

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam mewujudkan siswa/i yang berliterasi, SMAN 2 Kuta telah meluncurkan berbagai program literasi yang salah satunya adalah “SMANDUTA Literasi  melalui Refleksi Serentak” atau yang lebih dikenal sebagai SATELIT. Pada Senin, 16 Juni 2025, SATELIT untuk pertama kali diadakan secara serentak untuk siswa/i angkatan kelas X yang diselenggarakan di Aula SMAN 2 Kuta. Kemudian pada Selasa, 17 Juni 2025, SATELIT kembali diadakan untuk siswa/i angkatan kelas XI, dan diselenggarakan di halaman tengah SMAN 2 Kuta.

Kegiatan ini dipandu langsung oleh Wakil Kepala SMAN 2 Kuta bidang kurikulum sekaligus sebagai penanggung jawab SMANDUTA Menulis Buku, Ibu Ni Made Raony Vigraha Swari S.Pd., M.Pd. Pada kegiatan tersebut, siswa secara mandiri diminta untuk menuliskan pengalamannya selama belajar di kelas dalam setahun ke belakang, serta menuliskan pula pengalamannya dalam melaksanakan proyek P5 selama setahun kebelakang melalui form yang telah disiapkan oleh panitia. Bukan hanya pengalaman positif, siswa juga diminta untuk menuliskan kendala yang telah mereka alami serta bagaimana mereka memecahkan masalah-masalah tersebut dan menemukan solusinya. Nantinya, panitia penyelenggara akan menyeleksi hasil tulisan siswa/i dan mengambil 50 tulisan terbaik dari siswa kelas X, 50 tulisan terbaik dari siswa kelas XI, dan mengintegrasikan tulisan-tulisan tersebut ke dalam satu buku berjudul “Tinta Pelangi dalam Refleksi Putih Abu” yang akan dipamerkan dalam Perayaan Belajar.

Dalam kegiatan ini, siswa/i dituntut untuk mampu memahami, mengevaluasi, dan mengidentifikasi informasi yang berasal dari pengalaman pribadi dan pengetahuan yang telah mereka peroleh. Literasi berbasis refleksi ini membantu siswa dalam merenungkan pengalaman pribadi mereka secara kritis dan secara sadar akan belajar dari pengalaman pribadi mereka untuk mengambil keputusan di lain waktu, serta menjadi individu yang lebih kritis dan bertanggung jawab.

SMANDUTA Jaya!!!
Penulis: Iffat Kirana Putri – ALIS MATA (Anak Jurnalis SMANDUTA)