1 views

Rekor Baru SNMPTN di Smanduta, Empat Siswa Lolos Kedokteran

Dua bulan lalu tepatnya bulan Maret, merupakan momen yang menegangkan bagi siswa kelas XII di seluruh Indonesia karena hasil SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi) diumumkan. Momen ini sangat menegangkan karena proses kelulusan yang sangat ketat, apalagi jika jurusan atau prodi yang disasar siswa adalah jurusan/prodi dengan peminat tinggi, seperti Jurusan Pendidikan Kedokteran. Tidak sembarang siswa bisa lolos melalui jalur undangan ini. Siswa yang lolos melalui jalur ini adalah siswa berprestasi yang didukung pula dengan akreditasi dan grade sekolah yang juga tinggi.

Bersyukur, tahun ini SMA Negeri 2 Kuta memecahkan rekor kelulusan SNMPTN Kedokteran dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Empat siswa berhasil lolos kedokteran. Jumlah ini adalah peningkatan drastis jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya satu siswa. Dua siswa yang berhasil lolos SNMPTN tersebut, Second Hana Saputra dan I Made Dwika Yudhayana Gunawisesa, ingin membagikan pengalamannya melalui tulisan ini.

Sedari kelas 10, Second Hana sudah berniat dan mempersiapkan untuk bisa masuk Jurusan Kedokteran di Universitas Udayana. Pernah terpikirkan untuk melanjutkan pendidikan ke UI (Universitas Indonesia), tetapi Second sangat berpegang teguh pada pesan-pesan orang tua yang belum mengizinkan kuliah di luar Bali. Menurutnya, kuliah di Bali maupun di luar Bali sebenarnya sama saja karena yang menentukan kesuksesan yaitu usaha dan keseriusan. “Yang menentukan kesusksesan kita adalah usaha kita, keseriusan kita. Di manapun itu kalau sudah serius dan berusaha dengan baik dalam menjalani proses belajar, hasilnya pasti baik,” ujarnya.

Selain berusaha untuk mempertahankan nilai, Kak Second juga sudah mempersiapkan SNMPTN sejak tahun 2019. Untuk masuk SNMPTN, Second melampirkan 3 sertifikat terbaiknya: sertifikat Juara 1 Lomba Cerdas Cermat bidang Komputer (PARAS ICT IV) tahun 2019 tingkat Provinsi Bali, sertifikat Juara 1 Lomba Cerdas Cermat bidang Komputer (PARAS ICT V) tahun 2020 tingkat Provinsi Bali, dan sertifikat Juara Harapan 3 OSN tingkat Kabupaten Badung bidang Komputer tahun 2019.

Second Hana berpesan kepada adik-adik kelas di Smanduta bahwa perisapan adalah hal utama. “Persiapkan sedini mungkin. Ikuti passion (bakat atau potensi red.). Jangan malu untuk lintas jurusan karena pada akhirnya kalianlah yang akan menjalani dunia perkuliahan,” pesan Second Hana.

Selain itu, Second Hana juga memberi saran untuk tidak berharap lolos SNMPTN sepenuhnya. Selain proses seleksi yang ketat dari seluruh siswa di Indonesia, menurutnya, faktor hoki juga adalah faktor pendukung lain. “Boleh saja berupaya mempertahankan nilai rapor untuk SNMPTN, tetapi tetap belajar juga untuk SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi-jalur tes) agar tidak menyesal belakangan bila tidak lolos SNMPTN,” pesan Second Hana.

“Yang paling penting jangan lupa untuk meminta izin dan restu dari orang tua kita karena sebagian besar penentu kesuksesan berasal dari restu dan doa mereka,” ungkap Second Hana sebagai penutup.

Selain Second Hana, ada juga I Made Dwika Yudhayana Gunawisesa yang senang dan bersyukur telah berhasil lolos jalur SNMPTN. Dwika memang pada awalnya sudah merencanakan untuk menempuh pendidikan S—1 di Bali dan kelak melanjutkan S—2 di luar Bali.

Ditanya tentang persiapannya dalam SNMPTN, Dwika mengungkapkan bahwa belajar dengan tekun untuk nilai rapor yang baik adalah upaya pertama, setelah itu mengikuti beragam lomba sebagai syarat pendukung. “Selain dari nilai rapor, saya juga melampirkan sertifikat berbagai lomba saat mendaftar SNMPTN. Ada juga sertifikat pengurus OSIS yang saya ikut sertakan,” ungkapnya.

Dwika berpesan agar adik-adik siswa Smanduta tekun dan berani, yaitu tekun dalam belajar dan berani mengikuti beragam lomba, termasuk juga berorganisasi. “Bagi saya, organisasi itu penting. Secara umum penting bagi kita untuk mengasah mental dan sikap berorganisasi dan secara khusus sertifikatnya bisa dimanfaatkan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Saat mendaftar perguruan tinggi, pilihlah jurusan yang memang benar-benar diinginkan. Jangan karena ikut-ikutan atau gengsi” ungkap Dwika lagi.

Berita baik ini membawa rasa senang, bangga, dan syukur bagi keluarga besar SMA Negeri 2 Kuta. Salah satunya Ibu Ni Luh Evayani, selaku wakasek kurikulum. Ia mengaku sangat bangga kepada anak didik SMA Negeri 2 Kuta yang hebat. Pihaknya, utamanya dalam bidang kurikulum, selalu berupaya memberikan pelayanan-pelayanan akademik untuk membantu mengembangkan bakat dan potensi akademik siswa, termasuk upaya akademik untuk menyongsong perguruan tinggi.

“Keberhasilan yang diperoleh siswa adalah dukungan dari semua pihak. Semoga sikap-sikap rajin, ulet, dan kreatif kakak kelas yang berhasil lolos SNMPTN bisa menjadi teladan bagi siswa-siswi yang lain,” ungkapnya.

Bapak Anak Agung Gede Putra Ajiwerdhi, salah satu pengajar di SMA Negeri 2 Kuta pun mengungkapkan hal serupa. “Sikap, ketekunan, dan kerja keraslah yang menentukan keberhasilan siswa tersebut,” ungkap Pak Agung.

“Beberapa siswa yang lolos SNMPTN kebetulan saya kenal karena pernah terlibat sebagai pembimbing lomba bersangkutan, misalnya Second Hana. Dari sisi sikap anaknya mudah bergaul, ramah, suka membantu temannya yang kesulitan dalam pelajaran. Dia juga cekatan, kerja keras, pintar, dan daya ingatnya kuat. Beberapa kali ia ikut lomba, walaupun dengan pembinaan hanya sebentar akibat banyaknya kegiatan yang diikuti, astungkara bisa memperoleh juara. Itu karena ia tekun belajar secara mandiri. Sebagai seorang guru saya hanya memfasilitasi dan mengarahkannya,” ungkapnya lagi.

Selain jurusan kedokteran, ada pula siswa SMA Negeri 2 Kuta yang lolos pada jurusan lain, seperti Sastra Indonesia, Sastra Bali, Manajemen, Akuntansi, Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, dan sebagainya, baik itu melalui SNMPTN maupun SBMPTN/ UTBK.

Bapak Drs. I Made Murdia, Kepala SMA Negeri 2 Kuta turut berbangga banyak siswa Smanduta bisa diterima di perguruan tinggi negeri, lebih-lebih pada jurusan yang dianggap favorit oleh masyarakat. Dalam setiap kesempatan, dalam rapat maupun pengumuman, beliau selalu memberikan penekanan untuk terus meningkatkan potensi guru sehingga mampu memberikan pelayanan pengajaran yang maksimal kepada siswa. Pelayanan-pelayanan yang maksimal ini adalah jalan mengantarkan siswa pada potensi dan mimpinya.

Kontributor: Hari Sukma Widyastuti, D.A Erica Fleury, Namira Rabbani Kertapati, dan Miracle Hildaputri Hidayat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *